
Mendengar pernyataan diatas sebagai seseorang yang berfikir seharusnya kita bisa terusik hati kecil kita. Kenapa?
Sebagian besar umat muslim di Indonesia saat ini mendapatkan agama dari faktor keturunan. Dalam arti kata seorang muslim mendapatkan agamanya dari orang tuanya. Kita mengakui diri kita Islam. Beribadah dari kecil dimulai dengan menduplikat ayah atau ibu yang sedang sholat, lalu berkesempatan belajar mengaji di langgar, belajar sholat, menghafal ayat-ayat pendek alqur'an. Itu semua sarat dengan kehidupan Islami di saat kita kecil.
Tapi coba perhatikan disaat kita sudah besar, berapa banyak rutinitas kegiatan keagamaan kita yang kita tinggalkan. Bagaimana kita meninggakan kebiasaan kita mengaji, menghafal Al Qur'an, atau bahkan lebih parahnya lagi adalah sering meninggalkan sholat.
Apabila kita bandingkan kehidupan pada saat zaman nabi, nabi muhammad mendapatkan agamanya dengan perjuangan, coba kita telaah kembali ketka beliau berperang membela dan menyenarkan agamanya.. Pada saat perang Badar misalnya: beliau memimpin pasukan yang jumlahnya lebih sedikit dari jumlah pasukan musuh,disana beliau mencapai kemenangan. Perang uhud: beliau berjuang membela agamanya, walaupun pada saat itu beliau mendapatkan kekalahan karena ketamakan dari anak buahnya sendiri. Beliau mendapatkan agamanya dengan pengorbanan....
Kita kembali pada dunia kita sekarang, ada bangsa-bangsa muslim yang sampai saat ini masih tidak merasakan kemerdekaannya dalam beribadah, contoh: palestina: semua warga palestina berjuang untuk mempertahankan agamnya dari serangan-serangan israel. ya walaupun israel menggunakan alasan teritorial negara, tetapi lebih banyak israel menginjak-injak martabat kaum muslim, lebih banyak simbol-simbol keagamaan yang dilecehkan. Dalam konteks catatan ini, warga palestina yang mati dengan jihad atau yang sekarng masih berjuang mereka mendapatkan agamanya dengan pengorbanan.
berkaca dari semua hal diatas, marilah kita semua memnghimbau diri kita, orang lain terdekat dan semua orang mari untuk dapat lebih memperjuangkan agamanya dalam konteks apapun. Hidup itu akan terasa ruh atau semnagatnya ya ketika agama yang kita perjuangkan. kita tidak akan pernah mendapatkan agama kita apabila kita tidak memberikan pengorbanan. Sholat adalah pondasi utama dari agama, tetapi amlaiyah itu juga menjadi faktor penilaian Allah terhadap kualitas keimanan kita. Seperti apa saja sie pengorbanan itu? menurut saya contohnya adalah wanita yang mau berjilbab. jibab itu sebuah simbol kemedekaan tertinggi bagi wanita dalam memperjuangkan agamanya. Dikala sekarang banyak wanita yang berani menampakkan auratnya, wanita berjilbab beradi melawan arus trend buka-bukaan itu. berjilbab pun bukan yang berjilbab pendek,trus dengan pakaian ketat juga. klo yang pendek itu namanya kerudung.bukan jilbab,jilbab itu menutupi sama seluruh tubuhnya dan tidak menimbulkan lekuk tubuh. Wah sungguh hebat wanita-wanita yang berani berjilbab.
Al Quran (33) Al Ahzab : Ayat 59
ayat jilbab:
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 33:59)
Hal diatas itu hanya contoh, dimana wanita mampu memperjuangkan agamanya. Gman untuk para lelaki? ya bisa dijawab sendiri dalam hati masing-masing. yang penting anlogi pengorbanan dalam perjuangan ya seperti wanita yang berjilbab tadi.
Pertanyaan pentingnya adalah masihkah pantas orang-orang yang mengatakan dirinya islam tetapi tidak mau berkorban untuk agamanya itu adalah tergolong kaum muslim?
AGAMA ITU MUTLAK HARUS DIPERJUANGKAN, DAN DALAM PERJUANGAN ITU MEMBUTUHKAN PENGORBANAN.
Nb: klo da yang salah penyampaian tolong dikoreksi ya, moga dapat menjadi bahan diskusi dan renungan bersama.
RSS Feed
Twitter
21.17
Afif Muchrom






