Kamis, 11 Agustus 2011

Pembangunan Karakter Manusia melalui Cara Pandang Paham Positivistik

Banyak sekali penaruh-pengaruh filsafat dalam membangun paradigma manusia dan secara tidak langsung akan sangat berpengaruh dalam pembangunan karakter manusia itu sendiri. Dari beberapa pendekatan-pendekatan filfasat yang sering digunakan masyarakat dalam membangun cara pandang, hal yang cukup menarik untuk dikaji salah satunya adalah tentang paham positivistic.

Paham positive pertama kali dikenalkan oleh Auguste Comte, dengan nama lengkap Isidore Marie Auguste Francois Xavier Comte, di lahirkan di Montpellier Prancis selatan pada 17 Januari 1798. Mungkin ketika kita membaca kata positive kita pasti berasumsi bahwa positive adalah kata yang bermakna baik. Tetapi makna kata positif dengan huruf “f” dan dengan huruf “v” memiliki makna yang berbeda, Dalam hal ini positive merupakan paham yang menyatakan bahwa suatu ilmu pengetahuan hanya dapat dibuktikan atau diyakini apabila dapat dibuktikan kedalam suatu hal yang nyata, atau bersifat riil, ini berarti paham ini menolak suatu yang bersifat metafisis, atau segala hal yang bersifat spekulasi, menerima segala sesuatu yang bersifat nyata dan bisa diterima oleh akal. Apabila ada suatu observasi yang menimbulkan suatu hipotesa, maka hipotesa tersebut akan dikritik berulang-ulang kali sampai pada batas nilai kebenaran yang bisa dicapai, semakin kuat kritik yang diberikan maka semakin mendekati nilai kebenaran suatu hipotesa, dan kemudian akan dianggap hipotesa tersebut dapat dibuktikan secara akal maka teori tersebut dapat disebut ilmu pengetahuan dan dapat diterima.


Paham ini berpengaruh pada masa revolusi Industri di kawasan eropa kala itu.
walaupun akan ada banyak perbedaan mengenai cara pandang faham ini dalam membangkitkan dan membangun pola fikir masyarakat, tapi ada beberapa hal yang perlu patut dicermati bersama. Ketika kita berkaca pada masyarakat saat ini, dimana hal-hal yang bersifat metafisis dikesampingkan maka akan berdampak manusia hanya akan menggunakan akalnya saja dalam memahami sesuatu dan akan mengesampingkan hal-hal yang bersifat metafisis, semua yang bersifat metafisis tidak dapat dijadikan patokan dalam ilmu pengetahuan karena diluar kuasa manusia untuk bisa difahami.
Mungkin ada benarnya ketika ilmu pengetahuan itu hanya dapat diterima oleh manusia apabila bisa diterima akal.

Pertanyaannya adalah bagaimana selahjutnya kita memahami agama?atau bagaimana kita memahami adanya Allah sebagai maha pencipta, terlebih lagi bagaimana cara kita memahami Al Qur'an sebagai firman atau wahyu? Pembahasan mencoba memulainya dari keberadaan kitab suci baik Al Qur'an maupuun injil, taurat dan zabur, semua kitab suci itu pastinya turun dari langit, atau pastinya proses bagaimana cara diturunkan itu bersifat metafisis, mempercayai bahwa Al quran dan kitab suci yang diturunkan kepada nabi sebelum Nabi Muhammad itu asli Wahyu dari Allah maka secara tidak langsung kita mempercayai sesuatu hal yang bersifat metafisis, suatu hal yang tidak dapat dirasakan langsung oleh panca indera manusia. dan secara pastinya kita juga akan percaya bahwa kita meingimani keberadaan Tuhan.

Dalam metodologi penelitian yang ada di masyarakat kita saat ini,terutama masyarakat pendidikan, semua nya terpengaruh pada faham positivistik, kenapa saya menyatakan seperti itu, karena pada sistem metodologinya semua mengesampingkan hal-hal yang bersifat metafisis. Contohnya adalah masyarakat muslim semua bersepakat bahwa Al quran adalah sumber ilmu pengetahuan,juga sumber hukum karena berisi aturan perintah dan larangan-larangan. Tapi dalam sistem pendidikan yang ada di dalam umat Islam saat ini banyak mengesampingkan keberadaannya. Hampir semua peraturan yang ada saat ini tidak menggunakan Al quran sebagai kerangka acuan dalam mamahami sesuatu,
Kita ambil contoh yaitu ketika umat muslim beramai-ramai menyambut puasa dalam bulan ramadhan saat ini, semua bersepakat bahwa puasa adalah kegiatan yang sangat bermanfaat dan bersifat "positif" (Al-Baqarah ayat 183). Tetapi coba kita ingat ketika ada seorang TKW yang dihukum mati sebagai bentuk qishas terhadap dirinya. Hampir semua umat Islam di Indonesia menyatakan penolakannya, padahal di Al quran kedua perintah puasa dan qishas itu diberikan untuk orang-orang yang beriman dan wajib dilaksanakan agar kita termasuk orang yang bertaqwa (Al-Baqarah ayat 178-179). Coba kita kaji kembali apabila kita tidak menerapkan hukum qishas, alangkah murahnya nyawa-nyawa umat islam saat ini,perkara pembunuhan hanya dibalas oleh hulum penjara yang tidak menimbulkan kejeraan dalam masyarakat. Ketika Amrozi dan Saddam Husein divonis dengan hukuman mati karena kejahatan dalam pembunuhan, lalu bagaimana dengan banyaknya pembantaian umat Islam di palestina, libya, Pakistan uyang sekarang masih terjadi konflik, siapa yang mau bertanggung jawab?
Atau kasus-kasus mutilasi yang marak terjadi di Indonesia, pembunuhnya hanya dihukum paling berat seumur hidup. Qushas seharusnya tidak dimaknai sebagai balas dendam, tetapi seharusnya dimaknai sebagai bagaimana Islam menghargai nyawa umat manusia. Begitu pula dengan hukum-hukum Allah seperti hukuman rajam bagi yang berzina, hukum potong tangan bagi pencuri, semua akan secara langsung tertolak dalam sistem masyarakat karena dianggap tidak bisa diterima oleh akal.
Hal yang lebih menakjubkan adalah ketika agama itu hanya dimaknai hanya dalam diri sendiri saja, dengan arti kata umat Islam kebanyakan tidak mementingkan kesatuan umat untuk dapat sama-sama menegakkan syariah Islam, tapi alih-alih hak asasi manusia maka agama hanya diyakini dalam diri dan tidak ada hak orang lain dalam bersama-sama membangun kesatuan jamaah. Islam hanya bisa kuat dalam jamaah,dan akan lemah apabila tercerai-berai.
Dari berbagai contoh diatas pengaruh paham positivistik akan sampai pada pembentukan karakter manusia yang individual dan membangun jiwa mementingkan diri sendiri.
Pembangunan karakter dari pemahaman positivistik seperti inilah yang seharusnya kita cermati, auguste comte mencipkatan faham seperti iini karena banyak terpengaruh pada proses pendidikannya di bidang sains yang berdampak pada sifat manusia untuk mengecilkan/menyederhanakan suatu masalah yang ada.
Penggunaan positivistik dalam metodologi penelitian tidak memecahkan suatu masalah secara keseluruhan karena porsi penggunaan rasio/akal sebagai tumpuan utama bersifat terbatas, dan hal itu tidak memenuhi kebutuhan pemecahan suatu permasalahan secara utuh karena reaksi perubahan dalam sosial terlalu rumit dan tidak terdefinisikan.
Dalam hal ini tugas kita sebagai umat Islam adalah mencoba memberikan solusi/jalan tengah bagaimana Al quran bisa kita gunakan sebagai tumpuan atau rujukan utama dalam penentuan suatu hukum. Karena bagaimanapun Al quran itu bersifat universal dan tidak terbatas ruang dan waktu sebagai mana akal manusia yang hanya terbatas pada bagaimana cara pandang pada diri masing-masing manusia yang selalu mengalami perbedaan satu sama lain.

Dalam bidang pendidikan pun perlu kita cermati, berdasarkan data yang disadur dalam suatu sumber, sekitar ada 1.476.233.410 jiwa Muslim di muka bumi: satu miliaran di Asia, 400 jutaan di Afrika, sekitar 44 juta di Eropa, dan enam jutaan di Benua Amerika. Jadi, satu di antara lima manusia beragama Islam; setiap satu Hindu atau Buddha ada dua Muslim; dan setiap satu Yahudi ada 100-an Muslim. 'Ever wondered why Muslims are so powerless?' , Mengapa kaum Muslim tak berdaya? ada dua kesimpulan yang bisa diambil : Dunia Muslim kurang memiliki kapasitas untuk menghasilkan iptek; dan gagal melakukan difusi iptek. Terdapat kepincangan amat mencolok dalam bidang pendidikan. Di seluruh 57 negara anggota OKI hanya ada sekitar 500 universitas; sedangkan India ada 8.407 dan AS punya 5.758 universitas. Tidak ada universitas di dunia Muslim yang masuk 500 universitas terbaik 'Academic Ranking of World Universities' versi Shanghai Jiao Tong. Hasilnya, hanya ada 230 ilmuwan per satu juta Muslim; sedangkan AS 4.000-an dan Jepang 5.000-an.(sumber ini dirilis oleh Prof Dr Azyumardi Azra MA Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta diwebsite UIN Jakarta Kamis, 14 Juli 2011 13:15 ),

Dalam hal ini kita selayaknya perlu menyadari bahwa kelemahan umat Islam saat ini factor utamanya adalah di bidang pendidikan, kita perlu memahami bahwa dengan kurangnya masyarakat muslim membangun sarana-sarana pendidikan Islam dan media pengkajian akan secara tidak langsung melemahkan kultur riset dalam bidang pendidikan Islam. Al Quran apabila bisa kita yakini sebagai sumber Ilmu pengetahuan,maka secara tidak langsung Al Quran membutuhkan pembuktian keampuhannya dalam penerapan di masyarakat. Solusi konkritnya adalah hukum-hukum Al Qur’an itu diterapkan kemudian dikaji agar semua pemahaman manusia dapat menerima bahwa Al Quran sebuah ketetapan mutlak.
Penulis
Afif Muchrom
Staff Departemen Pembasisan Kader Bidang Kaderisasi PB PII.

Kamis, 09 Desember 2010

Iran Hukum Mati Dalang Website Porno


Jakarta - Dituduh menjadi dalang website porno, seorang pria dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Iran. Kasus yang menimpa Saeed Malekpour, penduduk Kanada kelahiran Iran ini, memicu protes dari berbagai pihak.

Malekpour yang berprofesi sebagai developer website adalah penduduk permanen Kanada sejak tahun 2004 namun masih memegang kewarganegaraan Iran. Dia ditangkap kala mengunjungi ayahnya yang sedang sakit, pada bulan Oktober 2008.


Tuduhan yang dialamatkan padanya adalah 'melawan keamanan nasional dengan mendesain dan memoderasi website dewasa', 'melawan rezim' dan 'menghina kesucian agama'. Akan tetapi para suporter membela bahwa Malekpour tak menyadari program yang dibuatnya dipakai membuat website mesum.

Malekpour membuat software yang berguna untuk upload foto ke website. Namun diklaim pihak lain yang memanfaatkannya untuk membuat situs porno.

Dalam sebuah surat, Malekpour bersaksi dia mengalami siksaan selama di penjara. Akibatnya, dia mengalami luka seperti gigi patah dan infeksi. Tujuan penyiksaan adalah agar Malekpour mau mengaku bahwa dia bersalah.

Dikutip detikINET dari CBC, Kamis (9/12/2010), grup pendukung meminta agar pemerintah Kanada mengusahakan kebebasan Malekpour. Gayung pun bersambut, Departemen Luar Negeri Kanada mengutarakan keprihatinannya saat mendengar kasus ini.

"Ini sepertinya akan menjadi kasus berikutnya di mana seseorang di Iran menghadapi hukuman mati dengan proses hukum yang sangat dipertanyakan," ucap Alain Cacchione, juru bicara Kementerian Luar Negeri Kanada. ( fyk / fw )

sumber:http://www.detikinet.com/read/2010/12/09/164836/1514679/398/iran-hukum-mati-dalang-website-porno/?i991102105

Jumat, 19 November 2010

Massa PII Tuntut Lima Poin kepada Obama


Rochmanuddin
08/11/2010 15:11

Liputan6.com, Jakarta: Sejumlah demonstran yang tergabung dalam Pelajar Islam Indonesia (PII) tiba di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, sekitar pukul 13.00 WIB. Mereka berunjuk rasa terkait kedatangan Presiden AS Barack Obama ke Indonesia, besok [baca: Kedubes AS Akan Didatangi Pendemo].

Para pengunjuk rasa itu pun menuntut lima poin kepada pemerintah Washington DC melalui Kedubes AS. Kelima tuntutan tersebut adalah: jangan menjadikan teroris sebagai alat penjajahan, menarik pasukan AS di Afghanistan, hentikan dukungan AS terhadap Israel (Yahudi), menghentikan tekanan terhadap Irak, dan AS harus bertanggung jawab terhadap kerusakan lingkungan.

Menurut koordinator aksi, Zulfikar, banyak langkah-langkah AS yang sangat merugikan negara-negara di dunia. "Sebenarnya kami tidak masalah terkait kedatangan Obama ke Indonesia, namun yang terpenting bahwa, Amerika harus tahu kesalahan-kesalahan yang sifatnya mendasar yang telah merugikan negara-negara lain," tegasnya di sela-sela unjuk rasa.

Selama ini, imbuh Zulfikar, Amerika justru menjadikan negara lain sebagai kambing hitam atas tindakan pelanggaran hak asasi manusia yang telah dilakukannya. "Seperti di Irak, Palestina, Amerika selalu melakukan pelanggaran-pelanggaran HAM, dan sampai saat ini AS tidak bertanggung jawab," tegasnya.

Kedatangan Obama yang juga akan melakukan kesepakatan-kesepakatan dengan Indonesia, dinilai hanya akan menguntungkan Negeri Paman Sam. "Bagaimanapun dia (Obama) harus mendengar rakyat di Indonesia, banyak yang harus didengar suara-suara dari rakyat Indonesia. AS harus sadar diri dan tidak arogan, karena kebijakan yang dilakukan untuk kepentingan umat di dunia, malah justru menimbulkan kehancuran global," ujarnya.

Lebih jauh Zulfikar mengatakan, perusahaan-perusahaan seperti PT Exxon Mobil dan PT Newmont hanya mengakibatkan kerusakan ekosistem hayati. Untuk itu, pihaknya berharap, kedatangan Obama nanti, dapat memenuhi lima tuntutan tersebut.(ANS)

Selasa, 20 April 2010

Rosullulah mendapatkan agama dengan Pengorbanan!!!


Mendengar pernyataan diatas sebagai seseorang yang berfikir seharusnya kita bisa terusik hati kecil kita. Kenapa?

Sebagian besar umat muslim di Indonesia saat ini mendapatkan agama dari faktor keturunan. Dalam arti kata seorang muslim mendapatkan agamanya dari orang tuanya. Kita mengakui diri kita Islam. Beribadah dari kecil dimulai dengan menduplikat ayah atau ibu yang sedang sholat, lalu berkesempatan belajar mengaji di langgar, belajar sholat, menghafal ayat-ayat pendek alqur'an. Itu semua sarat dengan kehidupan Islami di saat kita kecil.

Tapi coba perhatikan disaat kita sudah besar, berapa banyak rutinitas kegiatan keagamaan kita yang kita tinggalkan. Bagaimana kita meninggakan kebiasaan kita mengaji, menghafal Al Qur'an, atau bahkan lebih parahnya lagi adalah sering meninggalkan sholat.

Apabila kita bandingkan kehidupan pada saat zaman nabi, nabi muhammad mendapatkan agamanya dengan perjuangan, coba kita telaah kembali ketka beliau berperang membela dan menyenarkan agamanya.. Pada saat perang Badar misalnya: beliau memimpin pasukan yang jumlahnya lebih sedikit dari jumlah pasukan musuh,disana beliau mencapai kemenangan. Perang uhud: beliau berjuang membela agamanya, walaupun pada saat itu beliau mendapatkan kekalahan karena ketamakan dari anak buahnya sendiri. Beliau mendapatkan agamanya dengan pengorbanan....



Kita kembali pada dunia kita sekarang, ada bangsa-bangsa muslim yang sampai saat ini masih tidak merasakan kemerdekaannya dalam beribadah, contoh: palestina: semua warga palestina berjuang untuk mempertahankan agamnya dari serangan-serangan israel. ya walaupun israel menggunakan alasan teritorial negara, tetapi lebih banyak israel menginjak-injak martabat kaum muslim, lebih banyak simbol-simbol keagamaan yang dilecehkan. Dalam konteks catatan ini, warga palestina yang mati dengan jihad atau yang sekarng masih berjuang mereka mendapatkan agamanya dengan pengorbanan.

berkaca dari semua hal diatas, marilah kita semua memnghimbau diri kita, orang lain terdekat dan semua orang mari untuk dapat lebih memperjuangkan agamanya dalam konteks apapun. Hidup itu akan terasa ruh atau semnagatnya ya ketika agama yang kita perjuangkan. kita tidak akan pernah mendapatkan agama kita apabila kita tidak memberikan pengorbanan. Sholat adalah pondasi utama dari agama, tetapi amlaiyah itu juga menjadi faktor penilaian Allah terhadap kualitas keimanan kita. Seperti apa saja sie pengorbanan itu? menurut saya contohnya adalah wanita yang mau berjilbab. jibab itu sebuah simbol kemedekaan tertinggi bagi wanita dalam memperjuangkan agamanya. Dikala sekarang banyak wanita yang berani menampakkan auratnya, wanita berjilbab beradi melawan arus trend buka-bukaan itu. berjilbab pun bukan yang berjilbab pendek,trus dengan pakaian ketat juga. klo yang pendek itu namanya kerudung.bukan jilbab,jilbab itu menutupi sama seluruh tubuhnya dan tidak menimbulkan lekuk tubuh. Wah sungguh hebat wanita-wanita yang berani berjilbab.
Al Quran (33) Al Ahzab : Ayat 59
ayat jilbab:
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 33:59)

Hal diatas itu hanya contoh, dimana wanita mampu memperjuangkan agamanya. Gman untuk para lelaki? ya bisa dijawab sendiri dalam hati masing-masing. yang penting anlogi pengorbanan dalam perjuangan ya seperti wanita yang berjilbab tadi.

Pertanyaan pentingnya adalah masihkah pantas orang-orang yang mengatakan dirinya islam tetapi tidak mau berkorban untuk agamanya itu adalah tergolong kaum muslim?

AGAMA ITU MUTLAK HARUS DIPERJUANGKAN, DAN DALAM PERJUANGAN ITU MEMBUTUHKAN PENGORBANAN.

Nb: klo da yang salah penyampaian tolong dikoreksi ya, moga dapat menjadi bahan diskusi dan renungan bersama.

Sabtu, 06 Maret 2010

Brasi Tolak Desakan AS Soal Sanksi Baru Terhadap Iran


Kamis, 04/03/2010 11:49 WIB
Rita Uli Hutapea - detikNews

Brasilia - Pemerintah Brasil dengan tegas menolak desakan Amerika Serikat (AS) soal sanksi-sanksi baru terhadap Iran terkait program nuklirnya. Bahkan penolakan itu terang-terangan disampaikan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva saat Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Hillary Clinton berkunjung ke negaranya.

"Tidak bijaksana untuk menyudutkan Iran," kata Silva. "Hal yang bijaksana adalah melakukan negosiasi," imbuh pemimpin Brasil itu seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (4/3/2010).

Brasil saat ini masuk dalam keanggotaan tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Uni Eropa dan AS kian gencar mendesak DK PBB untuk menetapkan sanksi-sanksi baru yang lebih berat terhadap Iran.

Dalam konferensi pers di Brasilia, Hillary mengatakan dirinya menghargai posisi Brasil soal Iran. Namun dikatakan mantan ibu negara AS itu, meski pintu negosiasi masih terbuka namun tampaknya itu hanya akan terjadi setelah adanya sanksi-sanksi baru.

"Pintu masih terbuka untuk negosiasi. Kami tak pernah menutupnya," kata Hillary. "Namun kami tak melihat siapapun, bahkan dari jarak jauh yang berjalan mendekati pintu itu," tutur istri mantan presiden AS Bill Clinton itu.

Menlu Brasil Celso Amorim menyampaikan pesan senada dengan Silva. "Kami tidak akan begitu saja tunduk pada konsensus yang berkembang jika kami tidak setuju," cetus Amorim. "Kami harus berpikir sendiri dan dengan nilai-nilai dan prinsip kami," tandasnya.

Pemerintah AS dan Uni Eropa telah lama mencurigai Iran diam-diam berupaya mengembangkan senjata atom lewat program nuklir yang dijalankannya. Namun pemerintah Teheran bersikeras bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Free Web Hosting